Selasa, 22 November 2016

Hot l Stories Part 5 Plus


 Sex Bergairah Yang Sangat Terpendam

Hot l Stories Part 5 Plus Gunawan, seorang bujangan berumur 28 tahun yang saat ini sedang kebingungan. Pasalnya, panggilan pekerjaan dari sebuah perusahaan dimana dia melamar begitu mendadak. Dia bingung bagaimana harus mencari tempat tinggal secepat ini. Perusahaan dimana dia melamar terletak di luar kota, jangka waktu panggilan itu selama empat hari, dimana dia harus melakukan tes Wawancara. Akhirnya dia memaksa berangkat besoknya, dengan tujuan penginapanlah dimana dia harus tinggal. Dengan bekal yang cukup malah berlebih mungkin, sampailah dia di penginapan dimana perusahaan yang dia lamar terletak di kota itu juga. 

Hot l Stories Part 5 Plus Sudah dua hari ini dia tinggal di penginapan itu, selama ini dia sudah mepersiapkan segala sesuatu yang dibutuhkan guna kelancaran dalam tes Wawancara nanti. Sampai pada akhirnya, dia membaca di surat kabar, bahwa disitu tertulis menerima kos-kosan atau tempat tinggal yang permanen. Kemudian dengan bergegas dia mendatangi alamat tersebut. Sampai pada akhirnya, sampailah dia di depan pintu rumah yang dimaksud itu. Perlahan ia mengetuk pintu, tidak lama kemudian terdengar suara kunci terbuka diikuti dengan seorang wanita tua yang muncul. “Iya, ada perlu apa, Pak..?” “Oh, begini.., tadi saya membaca surat kabar, disitu tertulis bahwa di rumah ini menyediakan kamar untuk tempat tinggal.” sahut Gunawan seketika. “Oh, ya, memang benar, silakan masuk Pak, biar saya memanggil nyonya dulu,” wanita tua itu mempersilakan Gunawan masuk. “Hm.., baik, terima kasih.” 

Hot l Stories Part 5 Plus Sejenak kemudian Gunawan sudah duduk di kursi ruang tamu. Terlihat sekali keadaan ruang tamu yang sejuk dan asri. Gunawan memperhatikan sambil melamun. Tiba-tiba Gunawan dikejutkan oleh suara wanita yang masuk ke ruang tamu. “Selamat siang, ada yang perlu saya bantu..?” Terhenyak Gunawan dibuatnya, di depan dia sekarang berdiri seorang wanita yang boleh dikatakan belum terlalu tua, umurnya sekitar 40 tahunan, cantik, anggun dan berwibawa. “Oh.., eh.. selamat siang,” Gunawan tergagap kemudian dia melanjutkan, “Begini Bu..” “Panggil saya Bu Nindya..,” tukas wanita itu menyahut. “Hm.., o ya, Bu Nindya, tadi saya membaca surat kabar yang tertulis bahwa disini ada kamar untuk disewakan.” “Oh, ya. Hm.., siapa nama anda..?” “Gunawan Bu,” sahut Gunawan seketika. “Memang benar disini ada kamar disewakan, perlu diketahui oleh Nak Gunawan bahwa di rumah ini hanya ada tiga orang, yaitu, saya, anak saya yang masih SMA dan pembantu wanita yang tadi bicara sama Nak Gunawan, kami memang menyediakan satu kamar kosong untuk disewakan, selain agar kamar itu tidak kotor juga rumah ini biar tambah ramai penghuninya.” dengan singkat namun langsung ke intinya Bu Nindya menjelaskan semuanya. “Hm, suami Ibu..?” tanya Gunawan singkat. “Oh ya, saya dan suami saya sudah bercerai satu tahun yang lalu,” jawab Bu Nindya singkat. “Ooo, begitu ya, untuk biayanya, berapa sewanya..?” tanya Gunawan kemudian. “Hm, begini, Nak Gunawan mau mengambil berapa bulan, biaya sewa sebulannya tujuh puluh ribu rupiah,” jawab Bu Nindya menerangkan. “Baiklah Bu Nindya, saya akan mengambil sewa untuk enam bulan,” kata Gunawan. “Oke, tunggu sebentar, Ibu akan mengambil kwitansinya.” Akhirnya setelah mengemasi barang-barang di penginapan, tinggallah Gunawan disitu dengan Bu Nindya, Ida anak Bu Nindya dan Bik Inah pembantu Bu Nindya. Sudah satu bulan ini Gunawan tinggal sambil menunggu panggilan selanjutnya. Dan sudah satu bulan ini pula Gunawan punya keinginan yang aneh terhadap Bu Nindya. Wanita yang anggun, cantik dan berwibawa yang cukup lama hidup sendirian.beritaseks.com Gunawan tidak dapat membayangkan bagaimana mungkin wanita yang masih kelihatan muda dari segi fisiknya itu dapat betah hidup sendirian. 

Hot l Stories Part 5 Plus Bagaimana Bu Nindya menyalurkan hasrat seksualnya. Ingin sekali Gunawan bercinta dengan Bu Nindya. Apalagi sering Gunawan melihat Bu Nindya memakai daster tipis yang menampilkan lekuk-lekuk tubuhnya yang masih kelihatan kencang dan indah. Ingin sekali Gunawan menyentuhnya. “Aku harus bisa mendapatkannya..!” gumam Gunawan suatu saat. “Saya harus mencari cara,” gumamnya lagi. Sampai pada suatu saat, pada satu malam Minggu, rumah kelihatan sepi, maklum saja, Ida anak Bu Nindya tidur di tempat neneknya, Bik Inah balik ke kampung selama dua hari, katanya ada anaknya yang sakit. Tinggallah Gunawan dan Bu Nindya sendirian di rumah. Tapi Gunawan sudah mempersiapkan cara bagaimana melampiaskan hasratnya terhadap Bu Nindya. 

Hot l Stories Part 5 Plus Lama Gunawan di kamar, jam menunjukkan pukul delapan malam, dia melihat Bu Nindya menonton TV di ruang tengah sendirian. Akhirnya setelah mantap, Gunawan pun keluar dari kamarnya menuju ke ruang tengah. “Selamat malam, Bu, boleh saya temani..?” sejenak Gunawan berbasa-basi. “Oh, silakan Nak Gunawan..,” mempersilakan Bu Nindya kepada Gunawan. “Ngomong-ngomong, tidak keluar nih Nak Gunawan, malam Minggu loh, masa di rumah terus, apa tidak bosan..?” tanya Bu Nindya kemudian. “Ah, nggak Bu, lagian keluar kemana, biasanya juga malam Minggu di rumah saja,” jawab Gunawan sekenanya. Lama mereka berdua terdiam sambil menikmati acara TV. “Oh, ya, Bu, boleh saya buatkan minum..?” tanya Gunawan tiba-tiba. “Lho, tidak usah Nak Gunawan, kok repot-repot..,” “Ah, nggak apa-apa, sekali-kali saya yang buatkan minuman untuk Ibu, masak Ibu dan Bik Inah saja yang selalu membuatkan minuman untuk saya.” “Hm.., boleh kalau begitu, Ibu ingin minum teh saja,” kata Bu Nindya sambil tersenyum. “Baiklah Bu, kalau begitu tunggu sebentar.” segera Gunawan bergegas ke dapur. Tidak lama kemudian Gunawan sudah kembali sambil membawa nampan berisi dua teh dan sedikit makanan kecil di piring. “Silakan Bu, diminum, mumpung masih hangat..!” “Terima kasih, Nak Gunawan.” 

Hot l Stories Part 5 Plus Akhirnya setelah sekian lama terdiam lagi, terlihat Bu Nindya sudah mulai mengantuk, tidak lama kemudian Bu Nindya sudah tertidur di kursi dengan keadaan memakai daster tipis yang menampilkan lekuk-lekuk tubuh dan payudaranya yang indah. Tersenyum Gunawan melihatnya. “Akhirnya aku berhasil, ternyata obat tidur yang kubeli di apotik siang tadi benar-benar manjur, obat ini akan bekerja untuk beberapa saat kemudian,” gumam Gunawan penuh kemenangan. “Beruntung sekali tadi Bu Nindya mau kubuatkan teh, sehingga obat tidur itu dapat kucampur dengan teh yang diminum Bu Nindya,” gumamnya sekali lagi. Sejenak Gunawan memperhatikan Bu Nindya, tubuh yang pasrah yang siap dipermainkan oleh lelaki manapun. 

Hot l Stories Part 5 Plus Timbul gejolak kelelakian Gunawan yang normal tatkala melihat tubuh indah yang tergolek lemah itu. Diremas-remasnya dengan lembut payudara yang montok itu bergantian kanan kiri sambil tangan yang satunya bergerilnya menyentuh paha sampai ke ujung paha. Terdengar desahan perlahan dari mulut Bu Nindya, spontan Gunawan menarik kedua tangannya. “Mengapa harus gugup, Bu Nindya sudah terpengaruh obat tidur itu sampai beberapa saat nanti,” gumam Gunawan dalam hati. Akhirnya tanpa pikir panjang lagi, Gunawan kemudian membopong tubuh Bu Nindya memasuki kamar Gunawan sendiri. Digeletakkan dengan perlahan tubuh yang indah di atas tempat tidur, sesaat kemudian Gunawan sudah mengunci kamar, lalu mengeluarkan tali yang memang sengaja dia simpan siang tadi di laci mejanya. 

Hot l Stories Part 5 Plus Tidak lama kemudian Gunawan sudah mengikat kedua tangan Bu Nindya di atas tempat tidur. Melihat keadaan tubuh Bu Nindya yang telentang itu, tidak sabar Gunawan untuk melampiaskan hasratnya terhadap Bu Nindya. “Malam ini aku akan menikmati tubuhmu yang indah itu Bu Nindya,” kata Gunawan dalam hati. Satu-persatu Gunawan melepaskan apa saja yang dipakai oleh Bu Nindya. Perlahan-lahan, mulai dari daster, BH, kemudian celana dalam, sampai akhirnya setelah semua terlepas, Gunawan menyingkirkannya ke lantai. Terlihat sekali sekarang Bu Nindya sudah dalam keadaan polos, telanjang bulat tanpa sehelai benang pun yang menutupi tubuhnya. Diamati oleh Gunawan mulai dari wajah yang cantik, payudara yang montok menyembul indah, perut yang ramping, dan terakhir paha yang mulus dan putih dengan gundukan daging di pangkal paha yang tertutup oleh rimbunnya rambut. 

Hot l Stories Part 5 Plus Sesaat kemudian Gunawan sudah menciumi tubuh Bu Nindya mulai dari kaki, pelan-pelan naik ke paha, kemudian berlanjut ke perut dan terakhir ciuman Gunawan mendarat di payudara Bu Nindya. Sesekali terdengar desahan kecil dari mulut Bu Nindya,beritaseks.com tapi Gunawan tidak memperdulikannya. Diciumi dan diremas-remas kedua payudara yang indah itu dengan mulut dan kedua tangan Gunawan. Puting merah jambu yang menonjol indah itu juga tidak lepas dari serangan-serangan Gunawan. Dikulum-kulum kedua puting itu dengan mulutnya dengan perasaan dan gairah birahi yang sudah memuncak. Setelah puas Gunawan melakukan itu semua, perlahan-lahan dia bangkit dari tempat tidur. Satu-persatu Gunawan melepas pakaian yang melekat di badannya, akhirnya keadaan Gunawan sudah tidak beda dengan keadaan Bu Nindya, telanjang bulat, polos, tanpa ada sehelai benang pun yang menutupi tubuhnya. 

Hot l Stories Part 5 Plus Terlihat kemaluan Gunawan yang sudah mengencang hebat siap dihunjamkan ke dalam vagina Bu Nindya. Tersenyum Gunawan melihat rudalnya yang panjang dan besar, bangga sekali dia mempunyai rudal dengan bentuk begitu. Perlahan-lahan Gunawan kembali naik ke tempat tidur dengan posisi telungkup menindih tubuh Bu Nindya yang telanjang itu, kemudian dia memegang rudalnya dan pelan-pelan memasukkannya ke dalam vagina Bu Nindya. Gunawan merasakan vagina yang masih rapat karena sudah setahun tidak pernah tersentuh oleh laki-laki. Akhirnya setelah sekian lama, rudal Gunawan sudah masuk semuanya ke dalam vagina Bu Nindya. 

Hot l Stories Part 5 Plus Ketika Gunawan menghunjamkan rudalnya ke dalam vagina Bu Nindya sampai masuk semua, terdengar rintihan kecil Bu Nindya, “Ah.., ah.., ah..!” Tapi Gunawan tidak menghiraukannya, dia lalu menggerakkan kedua pantatnya maju munjur dengan teratur, pelan-pelan tapi pasti. “Slep.., slep.., slep..,” terdengar setiap kali ketika Gunawan melakukan aktivitasnya itu, diikuti dengan bunyi tempat tidur yang berderit-derit. “Uh.., oh.., uh.., oh..,” sesekali Gunawan mengeluh kecil, sambil tangannya terus meremas-remas kedua payudara Bu Nindya yang montok itu. 

Hot l Stories Part 5 Plus Lama Gunawan melakukan aktivitasnya itu, dirasakannya betapa masih kencangnya dan rapatnya vagina Bu Nindya. Akhirnya Gunawan merasakan tubuhnya mengejang hebat, merapatkan rudalnya semakin dalam ke vagina Bu Nindya. “Ser.., ser.., ser..,” Gunawan merasakan cairan yang keluar dari ujung kemaluannya mengalir ke dalam vagina Bu Nindya. “Oh.. ah.. oh.. Bu Nindya.., oh..!” terdengar keluhan panjang dari mulut Gunawan. Setelah itu Gunawan merasakan tubuhnya yang lelah sekali, kemudian dia membaringkan tubuhnya di samping tubuh Bu Nindya dengan posisi memeluk tubuh Bu Nindya yang telah dinikmatinya itu. 

Hot l Stories Part 5 Plus Lama Gunawan dalam posisi itu sampai pada akhirnya dia dikejutkan oleh gerakan tubuh Bu Nindya yang sudah mulai siuman. Secara reflek, Gunawan bangkit dari tempat tidurnya menuju ke arah saklar lampu dan mematikannya. Tertegun Gunawan berdiri di samping tempat tidur dalam kamar yang sudah dalam keadaan gelap gulita itu. Sesaat kemudian terdengar suara Bu Nindya. “Oh, dimana aku, mengapa gelap sekali..?” Sebentar kemudian suasana menjadi hening. “Dan, mengapa tanganku diikat, dan, oh.., tubuhku juga telanjang, kemana pakaianku, apa yang terjadi..?” terdengar suara Bu Nindya pelan dan serak. Suasana hening agak lama. Gunawan tidak tahu apa yang harus dilakukannya. Dia diam saja. Terdengar lagi suara Bu Nindya mengeluh, “Oh.., tolonglah aku..! Apa yang terjadi padaku, mengapa aku bisa dalam keadaan begini, siapa yang melakukan ini terhadapku..?” keluh Bu Nindya. 

Hot l Stories Part 5 Plus Akhirnya timbul kejantanan dalam diri Gunawan, bagaimanapun setelah apa yang dia lakukan terhadap Bu Nindya, Gunawan harus berterus terang mengatakannya semuanya. “Ini saya..,” gumam Gunawan lirih. “Siapa, kamukah Yodi..? Mengapa kamu kembali lagi padaku..?” sahut Bu Nindya agak keras. “Bukan, ini saya Bu.., Gunawan..,” Gunawan berterus terang. “Gunawan..!” kaget Bu Nindya mendengarnya. “Apa yang kamu lakukan padaku, Gunawan..? Bicaralah..! Mengapa saya kamu perlakukan seperti ini..?” tanya Bu Nindya kemudian. Kemudian Gunawan bercerita mulai dari awal sampai akhir, bagaimana mula-mula dia tertarik pada Bu Nindya, sampai pada keheranannya bagaimana juga Bu Nindya dapat hidup sendiri selama setahun tanpa ada laki-laki yang dapat memuaskan hasrat birahi Bu Nindya. Juga tidak lupa Gunawan menceritakan semua yang dia lakukan terhadap Bu Nindya selama Bu Nindya tidak sadar karena pengaruh obat tidur. Tertegun Bu Nindya mendengar semua perkataan Gunawan. 

Hot l Stories Part 5 Plus Lama mereka terdiam, tapi terdengar Bu Nindya bicara lagi. “Gunawan.., Gunawan.., Ibu memang menginginkan laki-laki yang bisa memuaskan hasrat birahi Ibu, tapi bukan begini caranya, mengapa kamu tidak berterus-terang pada Ibu sejak dulu, kalaupun kamu berterus terang meminta kepada Ibu, pasti Ibu akan memberikannya kepadamu, karena Ibu juga merasakan bagaimana tidak enaknya hidup sendiri tanpa laki-laki.” “Terus terang saya malu Bu, saya malu kalau Ibu menolak saya.” “Tapi setidaknya kan, berterus terang itu lebih sopan dan terhormat daripada harus memperlakukan Ibu seperti ini.” “Saya tahu Bu, saya salah, saya siap menerima sanksi apapun, saya siap diusir dari rumah ini atau apa saja.” “Oh, tidak Gunawan, bagaimanapun kamu telah melakukannya semua terhadap ku. Sekarang aku tidak lagi terpengaruh oleh obat tidur itu lagi, aku ingin kamu melakukannya lagi terhadap ku apa yang kamu perbuat tadi, Ibu juga menginginkannya Gunawan tidak hanya kamu saja.” “Benar Bu..?” tanya Gunawan kaget. “Benar Gunawan, sekarang nyalakanlah lampunya, biar Ibu bisa melihatmu seutuhnya,” pinta Bu Nindya kemudian. 

Hot l Stories Part 5 Plus Tanpa pikir panjang lagi, Gunawan segera menyalakan lampu yang sejak tadi padam. Sekarang terlihatlah kedua tubuh mereka yang sama-sama polos, dan telanjang bulat dengan posisi Bu Nindya terikat tangannya. “Oh Gunawan, tubuhmu begitu atletis. Kemarilah, nikmatilah tubuh ku, Ibu menginginkannya Gunawan..! Ibu ingin kamu memuaskan hasrat birahi yang selama ini aku pendam, aku ingin malam ini benar-benar terpuaskan.” Perlahan Gunawan mendekati Bu Nindya, diperhatikan wajah yang tambah cantik itu karena memang kondisi Bu Nindya yang sudah tersadar, beda dengan tadi ketika Bu Nindya masih tidak sadarkan diri. Diusap-usapnya dengan lembut tubuh Bu Nindya yang polos dan indah itu, mulai dari paha, perut, sampai payudara. 

Hot l Stories Part 5 Plus Terdengar suara Bu Nindya menggelinjang keenakan.Beritaseks “Terus.., Wan.., ah.. terus..!” terlihat tubuh Bu Nindya bergerak-gerak dengan lembut mengikuti sentuhan tangan Gunawan. “Tapi, Wan, aku tak ingin dalam keadaan begini, aku ingin kamu melepas tali pengikat tangan ku, biar aku bisa menyentuh tubuhmu juga..!” pinta Ibu Nindya memelas. “Baiklah Bu.” Sedetik kemudian Gunawan sudah melepaskan ikatan tali di tangan Bu Nindya. Setelah itu Gunawan duduk di pinggir tempat tidur sambil kedua tangannya terus mengusap-usap dan meremas-remas perut dan payudara Bu Nindya. “Nah, begini kan enak..,” kata Bu Nindya. Sesaat kemudian ganti tangan Bu Nindya yang meremas-remas dan menarik maju mundur kemaluan Gunawan, tidak lama kemudian kemaluan Gunawan yang diremas-remas oleh Bu Nindya mulai mengencang dan mengeras.beritaseks.com Benar-benar hebat si Gunawan ini, dimana tadi kemaluannya sudah terpakai sekarang mengeras lagi. 

Hot l Stories Part 5 Plus Benar-benar hyper dia. “Oh.., Gunawan, kemaluanmu begitu keras dan kencang, begitu panjang dan besar, ingin Ibu memasukkannya ke dalam vagina ku.” kata Bu Nindya lirih sambil terus mempermainkan kemaluan Gunawan yang sudah membesar itu. Diperlakukan sedemikian rupa, Gunawan hanya dapat mendesah-desah menahan keenakan. “Bu Nindya, oh Bu Nindya, terus Bu Nindya..!” pinta Gunawan memelas. Semakin hebat permainan seks yang mereka lakukan berdua, semakin hot, terdengar desahan-desahan dan rintihan-rintihan kecil yang keluar dari mulut mereka berdua. “Oh Gunawan, naiklah ke atas tempat tidur, naiklah ke atas tubuhku, luapkan hasratmu, puaskan diriku, berikanlah kenikmatanmu pada Ibu..! Ibu sudah tak tahan lagi, ibu sudah tak sabar lagi..” desis Bu Nindya memelas dan memohon. 

Hot l Stories Part 5 Plus Sesaat kemudian Gunawan sudah naik ke atas tempat tidur, langsung menindih tubuh Bu Nindya yang telanjang itu, sambil terus menciumi dan meremas-remas payudara Bu Nindya yang indah itu. “Oh, ah, oh, ah.., Gunawan oh..!” tidak ada kata yang lain yang dapat diucapkan Bu Nindya yang selain merintih dan mendesah-desah, begitu juga dengan Gunawan yang hanya dapat mendesis dan mendesah, sambil menggosok-gosokkan kemaluannya di atas permukaan vagina Bu Nindya. Reflek Bu Nindya memeluk erat-erat tubuh Gunawan sambil sesekali mengusap-usap punggung Gunawan. Sampai suatu ketika, tangan Bu Nindya memegang kemaluan Gunawan dan memasukkannya ke dalam vaginanya. Pelan dan pasti Gunawan mulai memasukkan kemaluannya ke dalam vagina Bu Nindya, sambil kedua kakinya bergerak menggeser kedua kaki Bu Nindya agar merenggang dan tidak merapat, lalu menjepit kedua kaki Bu Nindya dengan kedua kakinya untuk terus telentang. 

Hot l Stories Part 5 Plus Akhirnya setelah sekian lama berusaha, karena memang tadi Gunawan sudah memasukkan kemaluannya ke dalam vagina Bu Nindya, sekarang agak gampang Gunawan menembusnya, Gunawan sudah berhasil memasukkan seluruh batang kemaluannya ke dalam vagina Bu Nindya. Kemudian dengan reflek Gunawan menggerakkan kedua pantatnya maju mundur teru-menerus sambil menghunjamkan kemaluannya ke dalam vagina Bu Nindya. “Slep.., slep.., slep..,” terdengar ketika Gunawan melakukan aktivitasnya itu. Terlihat tubuh Bu Nindya bergerak menggelinjang keenakan sambil terus menggoyang-goyangkan pantatnya mengikuti irama gerakan pantat Gunawan. “Ah.., ah.., oh.. Gunawan.., jangan lepaskan, teruskan, teruskan, jangan berhenti Gunawan, oh.., oh..!” terdengar rintihan dan desahan nafas Bu Nindya yang keenakan. Lama Gunawan melakukan aktivirasnya itu, menarik dan memasukkan kemaluannya terus-menerus ke dalam vagina Bu Nindya. 

Hot l Stories Part 5 Plus Sambil mulutnya terus menciumi dan mengulum kedua puting payudara Bu Nindya. “Oh.., ah.. Bu Nindya, oh.., kamu memang cantik Bu Nindya, akan kulakukan apa saja untuk bisa memuaskan hasrat birahimu, ih.., oh..!” desis Gunawan keenakan. “Oh.., Gunawan.., bahagiakanlah Ibu malam ini dan seterusnya, oh Gunawan.., Ibu sudah tak tahan lagi, oh.., ah..!” Semakin cepat gerakan Gunawan menarik dan memasukkan kemaluannya ke dalam vagina Bu Nindya, semakin hebat pula goyangan pantat Bu Nindya mengikuti irama permainan Gunawan, sambil tubuhnya terus menggelinjang bergerak-gerak tidak beraturan. Semakin panas permainan seks mereka berdua, sampai akhirnya Bu Nindya merintih, “Oh.., ah.., Gunawan.., Ibu sudah tak tahan lagi, Ibu sudah tak kuat lagi, Ibu mau keluar, oh Gunawan.., kamu memang perkasa..!” “Keluarkan Bu..! Keluarkanlah..! Puaskan diri Ibu..! Puaskan hasrat Ibu sampai ke puncaknya..!” desis Gunawan menimpali. “Mari kita keluarkan bersama-sama Bu Nindya..! Oh, aku juga sudah tak tahan lagi,” desis Gunawan kemudian. 

Hot l Stories Part 5 Plus Setelah berkata begitu, Gunawan menambah genjotannya terhadap Bu Nindya, terus-menerus tanpa henti, semakin cepat, semakin panas, terlihat sekali kedua tubuh yang basah oleh keringat dan telanjang itu menyatu begitu serasi dengan posisi tubuh Gunawan menindih tubuh Bu Nindya. Sampai akhirnya Gunawan merasakan tubuhnya mengejang hebat, begitu pula dengan tubuh Bu Nindya.Beritaseks Keduanya saling merapatkan tubuhnya masing-masing lebih dalam, seakan-akan tidak ada yang memisahkannya. “Ser.., ser.., ser..!” terasa keluar cairan kenikmatan keluar dari ujung kemaluan Gunawan mengalir ke dalam vagina Bu Nindya, begitu nikmat seakan-akan seperti terbang ke langit ke tujuh, begitu pula dengan tubuh Bu Nindya seakan-akan melayang-layang tanpa henti di udara menikmati kepuasan yang diberikan oleh Gunawan. 

Hot l Stories Part 5 Plus Sampai akhirnya mereka berdua berhenti karena merasa kelelahan yang amat sangat setelah bercinta begitu hebat. Sejenak kemudian, masih dengan posisi yang saling menindih, terpancar senyum kepuasan dari mulut Bu Nindya. “Gunawan, terima kasih atas apa yang telah kau berikan pada Ibu..,” kata Bu Nindya sambil tangannya mengelus-elus rambut Gunawan. “Sama-sama Bu, aku juga puas karena sudah membuat Ibu berhasil memuaskan hasrat birahi Ibu,” sahut Gunawan dengan posisi menyandarkan kepalanya di atas dada Bu Nindya. Suasana yang begitu mesra. “Selama disini, mulai malam ini dan seterusnya, Ibu ingin kamu selalu memberi kepuasan birahi Ibu..!” pinta Ibu Nindya. “Saya berjanji Bu, saya akan selalu memberikan yang terbaik bagi Ibu..,” kata Gunawan kemudian. “Ah, kamu bisa saja Wan,” tersungging senyum di bibir Bu Nindya. “Tapi, ngomong-ngomong bagaimana dengan Ida dan Bik Inah..?” tanya Gunawan. “Lho, kita kan bisa mencari waktu yang tepat. 

Hot l Stories Part 5 Plus Disaat Ida berangkat sekolah juga bisa, dan Bik Inah di dapur. Di saat keduanya tidur pun kita bisa melakukannya. Pokoknya setiap saat dan setiap waktu..!” jawab Bu Nindya manja sambil tangannya mengusap-usap punggung Gunawan. Sejenak Gunawan memandang wajah Bu Nindya, sesaat kemudian keduanya sama-sama tertawa kecil. Akhirnya apa yang mereka pendam berdua terlampiaskan sudah. Sambil dengan keadaan yang masih telanjang dan posisi saling merangkul mesra, mereka akhirnya tertidur kelelahan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar